Saturday, 3 April 2021

CARA KERJA CVT SEPEDA MOTOR

cara kerja CVT (Countinously Variable Transmision) pada sepeda motor dapat di jelaskan sebagai berikut :

1. Putaran Stasioner 
Pada konsisi stasioner, putaran mesin rendah atau langsam, saat posisi tersebut putaran poros engkol di teruskan ke puli primer (primary pulley), dan puli skunder (secondary pulley) ikut berputar lewat V-belt sekaligus menggerakkan kopling sentrifugal. Namun rumah kopling belum ikut berputar karena pada kondisi ini rumah kopling belum terkopel oleh kanvas kopling dan roda belakang ikut berputar. 
 
Gambar pada saat putaran langsam atau stasioner

2.Putaran Lambat 
Pada saat putaran lambat kurang lebih pada kecepatan 3000 rpm gaya sentrifugal mulai bertambah kuat. Hasilnya, ketika kanvas kopling mengembang dan mengopel pada rumah kopling, sehingga rumah kopling ikut berputar dan mulai menggerakan roda belakang. Pada kondisi tersebut puli primer belum mengembang karena diameter puli primer kecil sedangkan diameter puli skunder lebih besar. Saat itu perbandingan sangat ringan akan tetapi torsi besar sehingga menyebabkan roda belakang mudah berputar.
 
Gambar pada saat putaran lambat 

3.Putaran Menengah 
Pada saaat putaran mesin bertambah, roller pada puli primer mulai bergerak keluar karena gaya sentrifugal dan menekan premary sliding sheave (piringan puli yang bergeser) ke arah fixed sheave (piringan puli yang diam)dan menekan V-belt kelingkaran luar puli primer. Sehingga menjadaikan diameter puli primer membesar dan menarik puli skunder ke diameter yang lebih kecil pada akhirnya putaran dan kecepatan juga berubah. 
 
Gambar pada saat putaran menengah 

4.Putaran Tinggi 
Jika putaran mesin lebih tinggi di bandingkan putaran menengah maka gaya sentrifugal dari rollersemakin bertambah. Sehingga semakin menekan V-belt ke posisi luar puli primer, diameter puli primer membesar dan diameter puli skunder mengecil maka akan menghasilkan perbandingan putaran yang semakin tinggi dan ringan , pada akhirnya kecepatan bertambah cepat. 
 
Gambar pada saat putaran tinggi 

Tuesday, 23 March 2021

Bagian-bagian Suspensi kendaraan

 1. Chassis spring 

Chassis spring berfungsi untuk meredam gerakan roda kendaraan yang diakibatkan oleh kondisi jalan 

2. Shock absorber.

Pada saat kendaraan berjalan maka chasis spring akan bekerja meredam gerakan roda terhadap body kendaraan yang akan mengakibatkan body kendaraan seperti terayun. Kejadian mengayun tersebut tentu harus dapat diredam secepat dan sebaik mungkin. Untuk itulah digunakan shock absorber yang bertujuan untuk meredam kejutan. jika tidakdiredam maka kedaraan tidak akan nyaman.

3. Lower arm dan Upper Arm.

Lower arm dan Upper Arm berfungsi sebagai titik putar roda sehingga yang memungkinkan roda kiri dapat bergerak bebas terhadap roda kanan. Kompenen ini biasanya digunakan untuk kendaraan yang menggunakan suspensi jenis independent suspension 

4. Stabilizer. 

Stabilizer pada kendaraan merupakan torsion bar yang dibuat dengan bentuk U. konstruksi ini dimaksudkan supaya diperoleh puntiran guna memperkecil gerakan rolling pada kendaraan. Kedua Ujung Stabilizer di pasang pada roda kiri dan kanan, sehingga dengan demikian jika terjadi gerakan rolling maka stabilizer akan terpuntir sekaligus memperkecil gerakan tersebut. 


Sunday, 21 March 2021

Pengertian dan Fungsi Bodi kendaraan

Bodi (rangka) merupakan bentuk luar dari suatu kendaraan yang terdiri dari kombinasi lembaran logam. Bodi (rangka) pada kendaraan memiliki fungsi yang sangat penting. berikut Fungsi utama dari bodi kendaraan :

  • Untuk memberi ruang bagi penumpang dan bagasi
  • Untuk mendukung komponen-komponen pada kendaraan seperti mesin, transmisi, kemudi, dan suspensi
  • Untuk melindungi kabin dengan menyerap dan menyebarkan benturan ketika kendaraan mengalami tabrakan.


Tuesday, 16 March 2021

Penyebab Busi Cepat Rusak

Busi merupakan salah satu komponen dikendaraan bermotor, dan memegang paranan penting saat mesin melakukan proses pembakaran. busi juga bisa mengalaami kerusakan, berikut merupakan penyebab yang memungkinkan busi cepat mengalami kerusakan.

1. Pemasangan busi yang tidak tepat

2. Teradi kebocoran kompresi pada mesin

3. Campuran bahan bakar yang tidak ideal

4. Penggunaan bahar bakar yang banyak mengandung timbal

5. Sistem pengapian yang bermasalah



Sunday, 14 March 2021

Pengertian dan Fungsi Immobilizer

 1. Pengertian dan Fungsi Immobilizer

Engine immobilizer adalah sistem pencegah pencurian kendaraan. Sistem ini mencegah mesin dihidupkan dengan kunci yang tidak dikenali (palsu) nomer kodenya oleh kendaraan tersebut yang telah di setel sebelumnya.

Bila sistem ini sudah diset ke dalam kendaraan, lampu indikator keamanan akan menyala untuk menandakan bahwa sistem telah dipasang. 

Engine immobilizer system terdiri dari transponder chip , transponder key coil, transponder key amplifier, transponder key ECU, engine ECU, dan lain-lain.


2. Fungsi engine immobiliser set/unset

(1) Engine immobiliser set

Saat kunci kontak ditarik keluar dari lubangnya, 20 detik sesudah posisi kunci kontak pada ACC atau LOCK, engine immobilizer system berfungsi mematikan pengapian dan injeksi bahan bakar. 

(2) Engine immobiliser unset

Bila kunci kontak dimasukkan ke lubangnya, transponder key ECU dan transponder chip di dalam kunci kontak berhubungan.

Setelah terjadi hubungan, kode ID di dalam transponder key ECU dan di transponder chip saling mencocokkan, dan engine immobiliser system menjadi terbuka, membuat pengapian timbul dan injeksi bahan bakar bekerja. Dan mesin distater.