Showing posts with label teknik mesin. Show all posts
Showing posts with label teknik mesin. Show all posts

Friday, 11 November 2022

Pengertian Energi

Terkadang kita bertanya-tanya sebenarnya apa itu enenrgi?

Dalam ilmu fisika, terdapat beberapa fenomena salah satunya adalah energy. Energi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha, yang merupakan besaran turunan dengan satuan Newton meter (Nm) atau Joule. Energi dan kerja mempunyai satuan yang sama. Sedangkan kerja dapat didefinisikan sebagai usaha yang dapat dilakukan oleh gaya sebesar F (Newton) untuk memindahkan benda sejauh S (meter). Atau dapat dituliskan sebagai :

W (joule) = F (Ne wton) x S (meter)

Hukum Kekekalan Energi / Hukum Thermodinamika Pertama menyatakan bahwa energi bersifat kekal, artinya tidak dapat diciptakan maupun di musnahkan, tetapi dapat diuba (dikonversi) kedalam bentuk yang lain dan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia. Energi bersifat abstrak yang sukar dibuktikan tetapi dapat dirasakan adanya.

Sunday, 28 November 2021

Konsumsi Bahan Bakar

 Konsumsi bahan bakar  yaitu konsumsi besin berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghabiskan bensin sebanyak beberapa ml. dengan kata lain berapa mengukur jumlah bahan bahan bakar yang di gunakan dallam waktu tertentu. konsumsi bahan bakar pada motor diukur dengan menggunakan tabung ukur dimana bahan bakar dialirkan melalui tabung ukur yang diketahui volumenya dan dilihat waktu untuk menghabiskan sebesar volume tersebut.

Konsumsi bahan bakar dikonversikan kedalam dt/ml dengan rumusan sebagai berikut : 

Fc=t/b

Dimana :

Fc =konsumsi bahan bakar (dt/ml)

B = volume bahan bakar (ml)

T = waktu yang digunakan untuk menghabiskan bahan bakar (dt)


Saturday, 27 November 2021

Pengertian Emisi Gas Buang

Emisi gas buang adalah merupakan polutan yang mengotori udara yang dihasilkan dari gas buang kendaraan.ada empat emisi pokok yang dihasilkan oleh kendaraan. Adapun keempat emisi tersebut adalah hidrokarbon atau HC, karbon monoksida atau CO, nitrogen oksida atau NOx, dan partikel-partikel yang keluar dari gas buang.

Hidrokarbon (HC)

Hidrokarbon atau HC adalah emisi yang timbul karena bahan bakar yang belum terbakar tetapi sudah keluar bersama-sama gas buang menuju atmosfer. Hal ini bisa dipahami karena bahan bakar yang dipakai pada motor bensin adalah bahan bakar yang terbuan dari hidrokarbon.

Emisi hidrokarbon ini dapat disebabkan oleh karena pembakaran yang kurang sempurna sehingga ada bahan bahan bakar yang belum terbakar dan keluar masih dalam bentuk hidrokarbon, atau juga dapat disebabkan karena penguapan dari bahan bakar. Misalnya HC dihasilkan dari motor yang kerjanya tidak baik dan bisa juga dari penguapan pada system bahan bakarnya atau dari blowby gas yang masuk kedalam ruang engkol dari motor dan dikeluarkan keudara bebas melalui lubang pernapasan.

HC ini bisa menyebabkan pedih dimata, tenggorokan sakit, paru-paru sakit, dan penyakit lain dan bahkan mungkindapat menyebabkan kangker. Oleh karena itu kebanyakan Negara-negara maju sudah membatasi emisi yang boleh dikeluarkan dari motor bensin.


Karbon monoksida (CO)

Karbon monoksida atau CO dapat disebabkan karena bahan bakar yang terbakar sebagian. Hal ini disebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Gas CO ini lebih berbahaya dibanding dengan HC, dimana gas ini tidak berwarna dan tidak berbau. CO ini dapat menyebabkan pusing kepala, mual, gangguan pernapasan dan bahkan dapat mematikan orang agak lama didalam ruangan yang mengandung banyak CO.

Apabila jumlah udara yang masuk kedalam silinder berkurang atau campuran bahan bakar dengan udara yang masuk kedalam silinder gemuk maka akan mengakibatkan kandungan CO pada gas buang akan bertambah. Sebaliknya apabila kandungan udara pada campuran bahan bakar dengan udara yang masuk kesilinder lebih banyak atau dengan kata lain campuran udara dan bahan bakar yang masuk kedalam silinder menjadi kurus maka gas buang akan menghasilkanCO yang lebih sedikit. 


Nitrogen (NOx)

Oksida nitrogen atau disingkat dengan NOx, adalah emisi yang dihasilkan oleh pembakaran yang terjadi pada temperature yang tinggi. Udara bebas yang digunakan untuk pembakaran mengandung nitrogen sekitar 80 persen. Pada temperature yang cukup tinggi (sekitar 〖1370〗^0C atau lebih) nitrogen dan oksigen dalam campuran bahan bakar dengan udara akan bersatu dan membentuk NOx.

Oksida nitrogen ini akan menghasilkan warna coklat kotor pada gas buang. Disamping itu jaga akan terasa pedas dimata dan mengganggu paru-paru. NOx ini akan bertambah pada motor yang menggunakan perbandingan kompresi yang tinggi dan campuran bahan bakardengan usara yang kurus. Padahal motor yang demikian ini akan menghemat bahan bakardan mengurangi kandungan HC dan kandungan CO. oleh karena itu control emisi harus bisa menghasilkan semua emisi yang rendahdengan tetap tidak berpengaruh pada tenaga tenaga yang dihasilkan motor dan penggunaan bahan bakar yang irit.

Monday, 22 November 2021

SOAL UAS PKK KELAS XII SMT GANJIL

Assalamu'alaikum

salam otomotif, langsung saja disini saya akan mencoba menjawab beberapa soal yang ada di MODUL PKK KELAS XII SEMESTER GANJIL

1. Produksi massal merupakan pekerjaan yang dilakukan untuk membuat barang tertentu yang telah ditentukan 

a. Standar 

b. Biaya 

c. Jenis 

d. Pasar 

e. Bahan

2. Yang bukan termasuk ciri produksi massal adalah 

a. Produksi besar besaran 

b. Bertujuan menguasai pasar 

c. Variasi kecil 

d. Produk bervariasi 

e. Memiliki persediaan produk

3. Tujuan perencanaan produksi adalah sebagai berikut, kecuali 

a. Memaksimalkan kepuasan pelanggan  

b. Meminimalkan perubahan nilai 

c. Meminimalkan perubahan tenaga kerja 

d. Meminimalkan manajemen produk 

e. Memaksimalkan inventaris

4. Perencanaan produksi yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasar memerlukan kegiatan 

a. Evaluasi produk

b. Analisis pangsa pasar 

c. Survey selera monsumen 

d. Perhitungan jumlah produk 

e. Analisis distribusi

5. Proses perakitan dapat dibedakan menjadi dua macam bila ditinjau dari segi jenis produknya, yaitu

a. Produk tunggal dan produk massal 

b. Produk manual dan produk otomstis

c. Produk konsumen dan produk pribadi 

d. Produk manufaktur dan produk pabrikasi 

e. Produk elektronik dan produk otomotif

6. Pengujian produk sering disebut dengan istilah 

a. Pengujian produsen 

b. Pengendalian mutu 

c. Pengendalian kualitas produk 

d. Pengujian kualitas 

e. Pengujian komperatif

7. sebagai proses untuk memproduksi barang pada suatu periode sesuai yang telah dijadwalkan melalui pengelolaan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan peralatan adalah

a. Pengujian produsen

b. Perencanaan Produksi

c. Efisiensi proses produksi 

d. Pengujian kualitas 

e. Analisis pangsa pasar

8. Berikut kewenangan BSN sebagai lembaga penentu standarisasi produk nasional sebagai berikut

a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasioal  

b. Mengembangkan dan mengelola system penilaian 

c. Penetapan SNI 

d. Penyelengaraan kegiatan kerja sama dalam dan luar negeri 

e. Sebagai koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BSN

9. Berikut yang bukan merupakan kegunaan dari pengujian produk,adalah

a. Meningkatkan kinerja produk 

b. Mengukur efek penuan kualitas produk dalam penyimpanan 

c. Memantau kualitas produk dari tahun ke tahun 

d. Mendapat pasar konsumen 

e. Memberikan gambaran daya terima konsumen terhadap produk

10. Pengujian produk yang dilakukan oleh orang – orang yang nantinya produk tersebut akan digunakan disebut dengan

a. Uji kegunaan nyata 

b. Uji pasar 

c. Uji lingkungan nyata 

d. Uji konsumen

e. Uji perbandingan


KUNCI JAWABAN

1. A

2. C

3. D

4. B

5. A

jawaban selanjutnya belum di upload ,, hhe



TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG, jika ada jawaban yang salah silahkan tinggalkan pesan dikolom komentar.

Wednesday, 27 October 2021

Soal UTS Teknologi Dasar Otomotif (TDO) Semester 1

 Lanjutan dari postingan sebelumnya 

21. Dibawah ini yang bukan termasuk unsur penyebab terjadinya kecelakaan adalah…

a.      Unsur manusia

b.      Unsur mesin

c.      Unsur keberuntungan

d.      Unsur lingkungan

e.      Keadaan tempat kerja

22. Pencemaran udara yang paling utama adalah

a.      Api

b.      Limbah industri

c.      Kebisingan

d.      Gas

e.      Tempat kerja yang kotor

23. Kemampuan yang kurang dan konsentrasi yang kurang termasuk penyebab kecekakaan karena unsur

a.      Lingkungan

b.      Manusia

c.      Mesin

d.      Teman kerja

e.      Tempat kerja

24. Dibawah ini adalah Faktor – fak tor penyebab api kecuali

a.      Bahan bakar

b.      Panas

c.      Oksigen

d.      APAR

e.      Fuel

25. Yang merupakan tindakan-tindakan pencegahan kecelakaan kerja adalah

a.      Singkirkan bahaya, singkirkan alat-alat pelindung, berikan peringatan

b.      Singkirkan bahaya, pakailah alat-alat pelindung, jangan beri peringatan

c.      Dekati bahaya, pakailah alat-alat pelindung, berikan peringatan

d.      Singkirkan bahaya, pakailah alat pelindung, beri peringatan

e.      Singkirkan bahaya, pakailah alat-alat pelindung, beri lampu tanda bahaya

26. Penataan tempat kerja yang berhubungan dengan bahan kimia memperhatikan jenis bahaya

a.      Innalasi, absorbsi, ingesti, injeksi

b.      Innalasi, persentuhan, ingesti, injeksi

c.      Innalasi, absorbsi, duplikatisasi, injeksi

d.      Innalasi, absorbsi, ingesti, penguraian

e.      Innalasi, absorbsi, ingesti, penguraian.

27. Proses mengatasi kebakaran yang dapat dilakukan adalah

a.      Isolasi, kulturasi, aerosi

b.      Isolasi, pemisahan, pendinginan

c.      Isolasi, kulturasi, pendinginan

d.      Aerosi, pemisahan, pendinginan

e.      Kulturasi, aerosi, pemisahan.

28. APAR jenis air cocok digunakan untuk memadamkan kebaran tipe

a.      A

b.      B

c.      C

d.      D

e.      E

29.  APAR yang sangat efektif untuk mencegah api menyala kembali adalah

a.      APAR jenis busa

b.      APAR jenis CO2

c.      APAR jenis Powder

d.      APAR jenis tepung kimia

e.      APAR jenis air

30. Perangkat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil adalah

a.      Kebakaran

b.      K3

c.      APAR

d.      Bahaya

e.      P3K

31. Kemampuan untuk melakuakan usaha adalah pengertian dari

a.      Usaha

b.      Gaya

c.      Energi

d.      Mekanik

e.      Potensial

32. Tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnakan, tetapi dapat berubah bentuk (konversi) dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain lain adalah sifat dari

a.      Usaha

b.      Gaya

c.      Energi

d.      Mekanik

e.      Potensial

33. Menurut klasifikasinya mesin konversi energi dibedakan menjadi 2 yaitu

a.      Konvensional dan konversinon konvensional

b.      Konvensional dan elektrik

c.      Mekanik dan elektrik

d.      Luar dan dalam

e.      Konvensional dan mekanik

34.  Mesin konversi energi yang umumnya menggunakan energi yang dapat diperbaharui adalah

a.      Konvensional

b.      Non konvensioanla

c.      Mekanik

d.      Elektrik

e.      Luar

35.  Mesin konversi energi konvensional dapat di klasifikan menjadi :

a.      Pembakaran dalam dan luar

b.      Mekanik dan elektrik

c.      Mekanik dan pembakaran dalam

d.      Pembakaran luar dan elektik

e.      Dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui

36.  mesin pengonvesi energi tak langsung, yaitudari energi bahan bakar menjadi energi panas dan kemudian baru menjadi energi mekanis adalah

a.      mesin pembakaran dalam

b.      mesin pembakaran luar

c.      mesin mekanik

d.      mesin lektrik

e.      mesin non konvensional

37. yang mengembangkan mesin pembakaran dalam adalah

a.      Alexander Graham Bell

b.      Alfred Nobel

c.      Nikola Tesla

d.      Rudolf Diesel

e.      Motos Otto, atau Beaude Roches

38. mesin kalor yang proses pembakarannya terjadi dalam motor bakar itu sendiri sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus sebagai fluida kerjanya adalah

a.      mesin konvensional

b.      mesin non konvensional

c.      mesin mekanik

d.      mesin elektrik

e.      mesin pembakaran dalam

39. dibawah ini yang termasuk keuntungan mesin pembakaran luar adalah

a.      bahan bakar yang lebih beragam

b.      tidak memerlukan fluida

c.      kuntruksinya sederhana

d.      efiensinya totalnya lebih tinggi

e.      semua jawaban benar

40. dibawah ini yang termasuk bukan keuntungan mesin pembakaran dalam adalah

a.      bahan bakar yang lebih beragam

b.      tidak memerlukan fluida

c.      kuntruksinya sederhana

d.      efiensinya totalnya lebih tinggi

e.      b dan c benar

Sunday, 16 August 2020

Pengertian Motor Bakar Torak

Motor bakar torak adalah salah satu jenis mesin pembakaran dalam yang menggunakan silinder yang di dalamnya terdapat torak yang bergerak translasi (bolak-balik) atau rotari (berputar) yang tujuannya untuk mengubah tekanan menjadi gerak melingkar. di dalam silinder itulah terjadi pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. gas pembakaran yang dihasilkan dari pembakaran tersebut mampu menggerakkan torak yang oleh batang penghubung (batang torak) yang terhubungkan dengan poros engkol. Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi poros engkol dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol menimbulkan translasi pada torak.

Sifat – sifat yang menonjol pada motor bakar torak

• Gerak Translasi / gerak bolak-balik torak dirubah menjadi gerak putar poros engkol.

• Untuk mengurangi getaran, jumlah silinder dapat dibuat lebih dari Satu.

• Digunakan pada motor 2 tak dan 4 tak baik motor Bensin maupun Diesel


Tuesday, 11 August 2020

Pengertian dan Jenis Motor Bakar

Motor bakar adalah mesin yang menggunakan energi panas untuk menghasilkan gerak mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan gerak mekanik.
Jenis motor bakar berdasarkan proses pembakaran bahan bakar dibagi menjadi 2, yaitu:

a)      Internal Combustion Engine ( mesin pembakaran dalam)
Dimana energi didapat dari pembakaran bahan bakar didalam batas sistem sehingga gas pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. Contoh Internal Combustion Engine adalah Motor Bakar torak dan sistem turbin gas. Jadi motor bakar torak termasuk jenis Internal Combustion Engine

b)      External Combustion Engine ( mesin pembakaran luar)
Yaitu hasil dari pembakaran udara dan bahan bakar memindahkan panas ke fluida kerja pada siklus. Dimana energi diberikan pada fluida kerja dari sumber luar seperti furnace, geothermal, reaktor nuklir, atau energi surya. Contoh mesin yang termasuk External Combustion Engine adalah turbin uap.

Tuesday, 7 April 2020

Pengertian dan Tujuan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)

1. Pengertian Keselamatan Kerja
Safe adalah aman atau selamat. Menurut kamus adalah mutu suatu keadaan aman atau
kebebasan dari bahaya dan kecelakaan. Jadi Keselamatan kerja atau safety adalah suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan.
Kecelakaan adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau tidak disengaja serta tiba-tiba dan menimbulkan kerugian, baik harta maupun jiwa manusia.
Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja atau sedang melakukan pekerjaan disuatu tempat kerja.
Keselamatan kerja adalah menjamin keadaan, keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmaniah maupun rohaniah manusia serta hasil karya dan budayanya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan manusia pada khususnya.
secara umum keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah suatu bentuk usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, bebas dari kecelakaan kerja, baik terhadap manusia, alat, maupun benda kerja.

2. Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja
Dari pemahaman diatas sasaran keselamatan kerja adalah:
a) Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
b) Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan.
c) Mencegah/ mengurangi kematian.
d) Mencegah/mengurangi cacat tetap.
e) Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, instalasi dan lain sebagainya.
f) Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.
g) Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat dan sumbersumber produksi lainnya.
h) Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.
i) Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan
Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi:
1. Manusia (pekerja dan masyarakat)
2. Benda (alat, mesin, bangunan dll)
3. Lingkungan (air, udara, cahaya, tanah, hewan dan tumbuhtumbuhan).

3) Syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja
Menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 pasal 3 syaratsyarat keselamatan kerja ayat 1 bahwa dengan peraturan perundang-undangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk:
a) Mencegah dan mengurangi kecelakaan
b) Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
c) Mencegah dan mengurang bahaya peledakan
d) Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya
e) Memberi pertolongan pada kecelakaan
f) Memberi alat perlindungan diri kepada para pekerja
g) Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan gelora.
h) Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, keracunan, infeksi dan penularan.
i) Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.
j) Memelihara kebersihan, keselamatan dan ketertiban.
k) Memperoleh keserasian antara tenaga kerja dan alat kerja.
l) Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang-orang, binatang, tanaman atau barang.
m) Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.
n) Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang.
o) Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.
p) Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

semoga bermanfaat..

Sunday, 15 March 2020

Cara Membaca Cylinder Bore Guage

Bore guage adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter silinder. Pada bagian atas terdapat dial gage dan pada bagian bawah terdapat measuring point yang dapat bergerak bebas. Pada sisi lainnya terdapat replacement rod yang panjangnya bervariasi tergantung keperluan. Dalam satu set, terdapat bermacam-macam ukuran replacement rod dengan panjang tertentu. Disamping itu juga terdapat replacement washer yang tebalnya mulai dari 1 – 3 mm. Replacement securing thread adalah semacam mur pengikat yang fungsinya untuk mengunci agar replacement rod dan washernya tidak lepas pada saat bore guage digunakan.

Pengukuran diameter silinder dengan bore guage memerlu-kan alat ukur lain yaitu mistar geser (jangka sorong) dan mikrometer.

cara mengukur diameter silinder dengan bore guage.

a) Ukurlah diameter silinder dengan mistar geser, misal diperoleh hasil pengukuran : 75,30 mm.

b) Pilih replacement rod yang panjangnya lebih besar dari hasil pengukuran tersebut, misal 76 mm yaitu replacement rod 75 mm + replacement washer 1 mm.

c) Pasang replacement rod pada bore guage.

d) Ukur panjang replacement rod dengan mikrometer luar seper-ti pada gambar di bawah dan usahakan jarum dial gage tidak bergerak, misal diperoleh hasil pengu-kuran = 76,10 mm.
e) Masukkan replacement rod ke dalam lubang (silinder), goyangkan tangkai bore guage ke kanan dan ke kiri seperti pada gambar di bawah sampai diperoleh penyimpangan terbesar (posisi tegak lurus)

f) Baca besarnya penyimpangan yang ditunjukkan dial guage, misal diperoleh 0,09 mm.

g) Besarnya diameter silinder adalah selisih antara hasil pengu-kuran panjang replacement rod dengan besarnya penyim-pangan jarum bore gage. Jadi diameter silinder = 76,10 – 0,09 = 76,01 mm

semoga bermanfaat.





Thursday, 13 March 2014

Ketel Uap

Pengertian Ketel Uap
Uap ( steam ) dalam pembicaraan selanjutnya dimaksudkan uap air yaitu gas yang timbul akibat perubahan fase air (cair) menjadi uap (gas) dengan cara pendidihan (boiling). Untuk melakukan proses pendidihan diperlukan energi panas, yang diperoleh dari sumber panas, misalnya : dari pembakaran bahan bakar (padat, cair, gas) dan gas panas sebagai proses kimia serta tenaga nuklir.
     Penguapan bisa saja terjadi disembarang tempat dan waktu pada tekanan normal (atm mutlak), bila diatas permukaan zat cair tekanan turun atau diturunkan dibawah tekanan mutlak, uap air yang terjadi(dihasilkan) dengan cara demikian tidak mempunyai energi potensial , jadi tdak dapat digunakan sebagai sumber energi.

Klasifikasi Ketel Uap
Ketel uap pada dasarnya terdiri dari bumbung (drum) yang tertutup pada ujung pangkalnya dan dalam perkembangannya dilengkapi dengan pipa api maupun pipa air. Banyak orang mengklasifikasi ketel uap tergantung pada sudut pandang masing-masing.

(syamsir A. Muin : 1998 ) Dalam kelasnya ketel uap dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.Berdasarkan fluida yang mengalir dalam pipa
Ketel pipa api ( fire tube boiler)
   a. fuida yang mengalir dalam pipa adalah gas nyala (hasil pembakaran) yang membawa energi panas (thermal energi), yang secara mentransfernya ke air ketel ketel melalui bidang pemanas (heating surfacetujuan pipa-pipa api ini adalah untuk mempermudahkan distribusi panas (kalori) pada air ketel .
Ketel pipa air ( water tube boiler)
   b. fuida yang mengalir dalam pipa adalah air,  energi panas ditranfer dari luar pipa (yaitu ruang dapur) ke air ketel.

2. Berdasarkan pemakaiannya
   a. Ketel stasioner adalah ketel-ketel yang didudukannyadiatas fundasi yang tetap.
   b. Ketel mobil adalah ketel yang dipasan pada fundasi yang berpindah pindah (mobil) , seperti boiler lokomotif, ketel kapal dll.

3. Berdasarkan letak dapur (furnace positition)
   a. Ketel dengan pembakaran didalam, dalam hal ini dapur berada dibagian dalam ketel. Kebanyakan ketel pipa api menggunakan sistem ini.
   b. Ketel dengan pembakaran diluar, dalam hal ini dapur berada dibagian luar ketel. Kebanyakan ketel pipa air menggunakan sistem ini.

4. Menurut jumlah lorong
   a. Ketel dengan lorong tunggal ( single tube steam boiler)
   b. Ketel dengan lorong ganda ( multi tubuler steam boiler

5. Tergantung pada poros tutup drum (shell)
   a. Ketel tegak
   b. Ketel mendatar

6. Menurut bentuk dan letak pipa
   a. Ketel dengan pipa lurus, bengkok dan berlekak lekuk.
   b. Ketel dengan pipa miring-datar dan miring-tegak .

7. Menurut sistem peredarab air ketel
   a. ketel dengan peredaran alami (natural circulation steam boiler), peredaran air dalam ketel terjadi secara alami, yaitu air yang ringan naik dan yang berat turun, sehingga terjadi aliran conveksi alami.
   b. Ketel dengan aliran paksa (forced circulation steam boiler), aliran paksa diperoleh dari pompa sentrifugal yang digerakkan dengan motor listrik. Sistem aliran ini biasanya dipakai pada ketel-ketel yang bertekanan tinggi.

8. Tergantung pada sumber panasnya untuk pembuatan uap
   a. Ketel uap dengan bahan bakar alami
   b. Ketel uap dengan bahan bakar buatan
   c. Ketel uap dengan dapur listrik
   d. Ketel uap dengan dapur nuklir.

Fungsi Ketel Uap
Ketel uap berfungsi sebagai pesawat konversi energi yang mengkonversikan energi kimia (potensial) dari bahan bakar menjadi energi panas.

Komponen Ketel Uap
1. Komponen utama
   a. Dapur, sebagai alat untuk mengubah energi kimia menjadi energi panas.
   b. Alat penguap (evaporator) yang mengubah energi pembakaran ( energi panas) menjadi energi potensialuap (energi panas).

2. Komponen lainnya ( pendukung)
   a. Corong asap dengan dengan sistem tarikan gas asapnya, memungkinkan dapur berfungsi secara efektif.
   b. Sistem pemipaan, seperti pipa api pada pada ketel pipa api, pipa-pipa air pada ketel pipa air, memungkinkan sistem penghantar kalor yang efektif antara nyala api atau gas panas dengan air ketel.
   c. Sistem pemanas uap lanjut,sistem pemanas udara pembakaran serta sistem pemanas air pengisi ketel, berfungsi sebagai alat untuk menaikan efesiensi ketel.

semoga bermanfaat

Friday, 31 January 2014

Pembuatan Besi Tempa

           Proses pembuatan material yang tangguh, paduan Malleable yang dikenal dengan Besi Tempa karena proses pembuatannya. Prosesnya dikenal dengan puddling, membutuhkan kemampuan tangan buruh. Produksi besi tempa dalam jumlah ton tidak memungkinkan. Pengembangan  proses baru dengan bessemer converters dan furnaces perapian terbuka meningkatkan kuantitas besi tempa.
            Besi tempa  tidak lagi diproduksi secara komersial, karena dapat diganti dengan Low-carbon Steel pada hampir semua aplikasi, yang lebih murah untuk memproduksinya dan lebih uniform kualitasnya dibandingkan besi tempa.
Puddling Furnace menggunakan arched roof dan depressed hearth yang dipisahkan oleh dinding dari pembakaran saat arang terbakar. Setelah furnace panas, Puddler atau Furnace operator, “Fettles” dengan melapisi perapian dan dinding dengan pasta oksida Fe, biasanya Hematite Ore.

2.1 Puddling Furnace (tungku pelepuran)
Puddling furnace adalah teknologi metalmaking digunakan untuk membuat besi tempa atau baja dari pig iron diproduksi pada tungku sembur. Tungku ini dibangun untuk menarik udara panas di atas besi tanpa itu datang ke dalam kontak langsung dengan bahan bakar, sistem umumnya dikenal sebagai tungku reverberatory atau terbuka tungku perapian. Keuntungan utama dari sistem ini adalah menjaga kotoran dari bahan bakar terpisah dari muatan.
Ada dua jenis utama dari tungku pelumpuran yang digunakan di Amerika Serikat.
a.       tungku pelumpuran tunggal, yang didasarkan pada desain yang sama yang digunakan di Inggris dan, dengan demikian, yang paling umum.

Horisontal ( rendah ) dan vertikal ( atas) lintas-bagian dari tungku pelumpuran tunggal . A. Perapian grate , B. Firebricks ; C. Palang pengikat , D. Perapian , E. pintu Kerja , F. Hearth , G. Cast pelat penahan besi, H. Bridge dinding

b.      tungku pelumpuran ganda, yang paling sering ditemukan di sebelah timur dari Allegheny Mountains.


Desain umum dari sebuah tungku pelumpuran tunggal adalah sebagai berikut. Jejak tungku adalah 3,3-3,6 meter (11-12 kaki) panjang, 1,5-2,1 m (4,9-6,9 ft) lebar (tergantung pada ukuran perapian) dan 1,5 m (4,9 kaki). Dinding luar adalah 23 cm (9 inci) tebal dan terbuat dari batu bata yang khas dan kemudian ditutup dengan pelat besi cor. Tempa bar persegi besi, disebut cross pengikat, dijalankan melalui atap tungku dan melesat ke piring besi cor untuk menjaga atap runtuh. Cerobong asap adalah 9-12 m (30-39 kaki) dan 40 cm (16 in) persegi. Akan ada lubang kerja kecil yang memungkinkan akses ke api, dan pintu kerja memungkinkan akses ke perapian. Pintu kerja rata-rata adalah 55 cm (22 in) lebar 68 cm (27 in) tinggi, dilapisi dengan firebricks di dalam dan dengan lubang persegi kecil kerja alat bantu.
Perapian adalah di mana besi dibebankan, meleleh dan menggenang. Bentuknya perapian adalah biasanya elips, 1,5-1,8 m (4,9-5,9 ft) panjang dan 1-1,2 m (3,3-3,9 kaki) lebar. Jika tungku dirancang untuk genangan besi putih maka kedalaman perapian tidak pernah lebih dari 50 cm (20 in). Jika tungku dirancang untuk merebus besi abu-abu maka kedalaman perapian rata-rata 50-75 cm (20-30 in). Karena panas yang besar yang dibutuhkan untuk mencairkan biaya perapian harus didinginkan, yang lain itu akan mencair dengan muatan. Hal ini dilakukan dengan menjalankan muatan konstan udara dingin di atasnya, atau dengan melemparkan air di bagian bawah perapian.
Perapian, di mana bahan bakar yang dibakar, digunakan jeruji besi cor yang bervariasi dalam ukuran tergantung pada bahan bakar yang digunakan. Jika batubara bituminous digunakan maka ukuran grate rata-rata adalah 60 cm x 90 cm (2,0 ft × 3,0 ft) dan sarat dengan 25-30 cm (9,8-12 in) batubara. Jika batubara antrasit digunakan maka perapian adalah 1,5 m × 1,2 m (4,9 ft × 3,9 ft) dan sarat dengan 50-75 cm (20-30 in) batubara.
Sebuah tungku pelumpuran ganda sangat mirip dengan tungku pelumpuran tunggal, dengan perbedaan utama adalah ada dua pintu kerja yang memungkinkan dua puddlers untuk bekerja tungku pada waktu yang sama. Keuntungan terbesar dari pengaturan ini adalah bahwa ia menghasilkan besi dua kali lebih banyak tempa. Ini juga lebih ekonomis dan hemat bahan bakar dibandingkan dengan tungku tunggal.
Cara Kerja Puddling Furnace
Proses ini dimulai dengan menyiapkan tungku pelumpuran , ini melibatkan membawa tungku dengan suhu rendah dan kemudian fettling itu . Fettling adalah proses lukisan grate dan dinding di sekitarnya dengan oksida besi , biasanya hematit ; ini bertindak sebagai lapisan pelindung menjaga logam meleleh dari pembakaran melalui tungku . Kadang-kadang abu halus ditumbuk dari menempa arang , tungku pelumpuran , pemanasan tungku , atau blast furnace digunakan sebagai pengganti hematit . Dalam hal ini tungku harus dipanaskan selama 4-5 jam untuk mencairkan cinder dan kemudian didinginkan sebelum pengisian . Entah putih besi cor atau besi halus kemudian dimasukkan kedalam perapian tungku . Untuk pelumpuran basah , besi tua dan / atau besi oksida juga dituntut . Campuran ini kemudian dipanaskan sampai mencair atas , memungkinkan untuk oksida untuk mulai pencampuran , hal ini biasanya memakan waktu 30 menit . Campuran ini terkena arus kuat udara dan diaduk dengan panjang bar dengan kait pada salah satu ujungnya , yang disebut pelumpuran bar atau rabbles , melalui pintu bekerja . Hal ini membantu oksigen dari oksida bereaksi dengan kotoran dalam pig iron , terutama silikon , mangan ( untuk membentuk slag ) dan untuk beberapa derajat sulfur dan fosfor , yang membentuk gas yang melarikan diri dengan knalpot dari tungku .
Lebih banyak bahan bakar kemudian ditambahkan dan suhu dinaikkan . Besi -benar mencair dan karbon mulai membakar juga. Ketika pelumpuran basah , campuran akan mulai " mendidih " karena besi oksida ditambahkan . Karbon dioksida yang terbentuk dalam proses ini menyebabkan terak untuk " membusungkan " di atas , memberikan rabbler sebuah indikasi visual dari kemajuan pembakaran . Seperti karbon membakar suhu leleh campuran naik dari 1.150 ° C ( 2.100 ° F ) sampai 1.540 ° C ( 2.800 ° F ) ,  sehingga tungku harus terus makan selama proses ini . Akhirnya karbon sebagian besar dibakar dan besi " datang ke alam" , membentuk menjadi bahan spons , menunjukkan bahwa proses selesai dan materi dapat dihapus . Hook di ujung bar kemudian digunakan untuk menarik keluar bola genangan air besar [ 4 ] material , sekitar 35-40 kilogram ( 70-80 pon ) masing-masing , dan 30-38 cm ( 12-15 inci ) dengan diameter  . Kadang-kadang sepasang besar penjepit yang digunakan untuk menghapus bola genangan .
Ini bola genangan kemudian diangkut ke palu atau pemeras dengan menyeret mereka sepanjang lereng besi yang dibangun antara tungku dan peralatan shingling atau , lebih umum , bola genangan dimuat ke gerobak besi dan diangkut ke tujuan mereka . Shingling mengusir terak dan las menutup retak internal, sedangkan mematahkan potongan kotoran . Besi tersebut kemudian re-heated dan diluncurkan ke datar bar atau batang bulat . Untuk ini , rol beralur digunakan , alur yang berturut-turut dari penurunan ukuran sehingga bar itu semakin berkurang dengan dimensi yang diinginkan . Beberapa oksida besi dari timbangan yang terbentuk di langkah-langkah selanjutnya dari shingling dan bergulir . Kualitas ini dapat ditingkatkan dengan faggoting .
Bekerja sebagai kru dua orang , seorang Puddler dan pembantu dapat menghasilkan sekitar 1500 kg besi dalam pergeseran 12 jam .  Tenaga kerja keras , panas dan asap yang disebabkan puddlers untuk memiliki harapan hidup yang sangat singkat , dengan sebagian besar mati dalam usia 30-an . pelumpuran tidak pernah bisa otomatis karena Puddler harus merasakan ketika bola telah " datang ke alam" .

2.2 Dapur tempa
Fungsi utama dapur tempa adalah untuk memanaskan logam yang akan dibentuk agar lebih mudah membentuknya.ada dua macam dapur tempa yaitu:
Ø  Dapur tetap > umumnya terbuat dari tembok yang diperkuat dengan batu tahan api dan mulut dapurnya terbuat dari besi tuang.
Ø  Dapur yang bisa dipindah-pindahkan atau dapur lapangan > terbuat dari plat baja dan dapat dipakai dimana saja yang kita perlukan

            Dapur tersebut hanya mampu untuk menampung dengan kapasitas kecil sehingga pengeluaran api kecil dan khusus untuk benda-benda kecil saja. Bahan bakar yang dipakai dapur ini biasanya adalah batu bara dan arang kayu. Udara penghembus dari blower (kalau ada listrik) atau ubub ( kalau idak ada listrik). Ujuannya adalah agar panas bahan bakar akan bertambah yang dapat mempercepat kenaikkan suhu benda kerja yang akan dibakar hingga benda dapat lebih mudah untuk ditempa.
Pada bagian sisi dapur biasanya terdapat bak air untuk mendinginkan benda dengan mencelupkannya . air tersebut juga untuk menyiram benda kerja agar benda kerja tidak terbakar semuanya tapi panasnya memusat.

Macam dapur tempa secara umum ada 2 (dua), yaitu:
a)      Dapur tempa dengan sumber api dari gas terbakar,
Dapur tempa dengan sumber api dari gas terbakar, atau biasa disebut sebagai dapur gas. Bahan bakar yang digunakan adalah jenis gas LPG (Liquid Petroleum Gas). Gas LPG disemburkan lewat sebuah nozel. Bersamaan itu pula dihembuskan angin dari sebuah kompresor udara se-hingga terjadi pembakaran hebat, yang memungkin-kan menjadikan bara api hebat pula dan dapat memanaskan besi yang sedang ditempa hingga warna merah pijar.  lihat Gambar 3.


Gambar 1: Dapur Tempa Memakai Gas
Seperti diperlihatkan Gambar 3, merupakan dapur tempa yang sangat populer saat ini. Banyak perusahaan yang sudah mengeluarkan jenis dapur tempa macam ini. Ciri pokok dari dapur ini adalah adanya motor listrik sebagai pembangkit hembusan udara guna membuat pembakaran dan pemanasan api tempa menjadi hebat. Pemeliharaan api tempa dapat dikontrol lewat banyak sedikitnya aliran LPG dan hembusan udara yang dapat diatur lewat keran-keran (katup-katup) khusus. Prosedur cara menghidupkan dapur gas biasanya telah dicantumkan pada buku manual instruction yang diserta-kannya.

b)      Dapur tempa secara hembusan,
Dapur tempa dengan sumber api dari bahan bakar arang kayu atau arang kokas. Untuk permulaan penyalaan bisa dilakukan dengan membakar kertas atau diberi minyak tanah secukupnya. Setelah arang kayu atau arang kokas sedikit terbakar, kemudian dihembuskan udara dari sebuah kipas berputar atau kompresor. Untuk tukangtukang tempa yang masih konvensional dan tradisional, hembusan angin ini hanya menggunakan dua buah tabung kayu yang telah di-pasangi torak (piston) kayu juga, kemudian torak digerakkan secara bolak-balik (resiprokal). Ada kala-nya hanya sebuah kantong dari kulit yang dapat di-kempis dan digembungkan untuk mendapatkan hembusan udara.
Dengan suatu hembusan udara yang terkontrol lewat api, pembakaran dapat dinaikkan dan diatur. Suhu tinggi yang diinginkan dapat dicapai secara cepat.

Gambar 4: Dapur Tempa secara Hembusan

Dapur hembusan, seperti diperlihatkan Gambar 4, merupakan dapur tempa secara tradisional dan sangat konvensional. Bahan bakar yang digunakan adalah arang kayu, arang kokas, atau serbuk kokas. Ada kalanya dari suatu antrasit bebas belerang yang dapat terbakar. Untuk menimbulkan hembusan udara dipakailah sebuah kipas yang diputar oleh tangan. Yang sudah sedikit modern, kipas itu diputar oleh sebuah motor listrik. Bahkan yang masih sangat tradisional, hembusan udara hanya dihasil-kan oleh sebuah ububan (istilah Jawa). Yaitu sebuah tabung kayu yang diberi semacam torak kemudian torak ini digerakkan bolak-balik. Udara dari ujung tabung kayu dialirkan ke tempat arang terbakar lewat sebuah pipa. Ada juga memakai konstruksi dari kulit binatang yang dibuat semacam kantong. Udara hembus dapat mengalir karena kantong kulit tadi dikembang-kempiskan.

sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat .

Wednesday, 1 January 2014

Peralatan Las Listrik Beserta Fungsinya

 LAS LISTRIK
       Las listrik merupakan proses penyambungan logam dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber panasnya. Pengelasan dengan tenaga listrik dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu las tahanan listrik dan las busur nyala listrik.
       Las tahanan listrik adalah proses pengelasan yang dilakukan dengan jalan mengalirkan arus listrik melalui bidang atau permukaan benda yang akan disambung. Kemudian dengan tekanan yang akan diberikan, kedua bahan akan menyatu.
        Las busur nyala listrik adalah pengelasan dengan cara mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda kerja dengan membangkitkan busur nyala listrik melaui sebuah elektroda. Arus yang digunakan untuk pengelasan dapat berupa arus AC maupun DC, tergantung mesin las yang digunakan.
        Bahan yang digunakan untuk las busur listrik adalah elektroda. Elektroda akan dialiri oleh arus listrik untuk menghasilkan nyala busur yang akan melelehkan elektroda sampai habis. Jenis dan macam elektroda sangat banyak, sehingga perlu pemilihan jenis elektroda dengan benar. Berdasarkan selaput pelindungnya elektroda dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput. Elektroda berselaput terdiri dari inti dan pelapis atau fluks. selaput pelindung akan terbakar dan menghasilkan gas CO2 yang berfungsi untuk melindungi cairan las, busur listrik, dan sebagian benda kerja dari udara luar. Udara luar mengandung oksigen yang dapat menyebabkan terjadinya oksidasi sehingga akan mempengaruhi kekuatan mekanis hasil pengelasan. 
PERALATAN LAS LISTRIK 
a. Mesin Las
Jika ditinjau dari arus yang ke luar, pesawat las dapat digolongkan menjadi :
1) Pesawat Las Arus bBolak-Balik (AC)
Pesawat las jenis ini terdiri dari transformator yang dihubungkan dengan jala PLN atau dengan pembangkit listrik, motor disel, atau        motor bensin. Kapasitas trafo biasanya 200 sampai 500 ampere. Sedangkan voltase (tegangan) yang ke luar dari pesawat trafo ini antara 36 sampai 70 volt, dan ini bervariasi menurut pabrik yang mengeluarkan pesawat las trafo ini. Gambar memperlihatkan salah satu jenis pesawat las transformator AC.
2) Pesawat Las Arus Searah (DC)
Pesawat ini dapat berupa pesawat tranformator rectifier, pembangkit listrik motor disel atau motor bensin, maupun pesawat pembangkit listrik yang digerakan oleh motor listrik digerakkan oleh motor listrik (motor generator).

3) Pesawat Las AC-DC
Pesawat las ini merupakan gabungan dari pesawat las arus bolak-balik dan arus searah. Dengan pesawat ini akn lebih banyak kemungkinan pemakainya karena arus yang keluar dapat searah maupun bolak-balik (AC-DC).
Pesawat las jenis ini mialnya tranformator rectifier maupun pembangkit listrik motor disel. 
b. Alat-alat bantu Las 
1. Kabel Las
Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan karet isolasi. Yang disebut kabel las ada tiga macam, yaitu :
a.       Kabel elektroda , yaitu kabel yang menghubungkan pesawat las dengan elektroda.
b. Kabel masa, yaitu yang menghubungkan pesawat las dengan benda kerja.
c. Kabel tenaga, yaitu kabel yang menghubungkan sumber tenaga atau jaringan lisrtik dengan pesawat las.


2. Pemegang Elektroda

Ujung yang berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda. Ini terdiri dari mulut penjepit dan pemegang yang dibungkus oleh bahan penyekat (biasanya dari embonit).
3. Palu Las

Palu ini digunakan untuk melepaskan dan mngeluarkan terak las pada jalur las dengan jalan memukulkan atau menggoreskan pada daerah las. Gunakanlah kaca mata terng pada waktu poembersihan terak, sebeb dapat memercikan pada mata.
4. Sikat Kawat

Sikat kawat digunakan untuk :
a. Membersihkan benda kerja yang akan dilas,
b. Membersihkan terak las yang sudah dilepas dari jalur las oleh pukulan palu las
5. Klem massa

Ini adalah alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja. Terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga). Klem masa dilengkapi dengan pegas yang kuat, yang dapat menjepit benda kerja dengan baik. Tempat yang dijepit harus bersih dari kotoran (karet, cat, minyak dan sebagainya).
6. Penjepit

Ini digubakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas sehabis pengelaan.
c. Elektroda

Elektroda yang dipergunakan pad alas busur mempunyai perbedaan komposisi selaput maupun kawat inti. Diantaranya adalah elektroda berselaput .
Pada elektroda ini pengelasan fluksi pada kawat inti dapat dengan cara destruksi, semprot atau celup.
Ukuran standar diameter kawat inti dari 1,5 sampai 7 mm dengan panjang antara 350 sampai 450 mm.

semoga bermanfaat

Peralatan las asetilin beserta fungsinya

1.      Pengertian Las Oksi-Asetilin
        Las Oksi asetilin adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Dalam proses las gas ini,gas yang digunakan adalah campuran dari gas Oksigen (O2) dan gas lain sebagai gas bahan bakar (fuel gas). Gas bahan bakar yang paling popular dan paling banyak digunakan dibengkel-bengkel adalah gas Asetilen ( dari kata “acetylene”, dan memilikirumus kimia C2H2 ). Secara umum, perkakas las asetilen adalah alat penyambung logam melalui proses pelelehan logam dengan menggunakan energi panas hasil pembakaran campuran gas asetilin dan gas oksigen. Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan bakar lain. Kelebihan yang dimiliki gas Asetilen antara lain, menghasilkan temperature nyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya, baik bila dicampur dengan udara ataupun Oksigen.

2.      Bahan Bakar Gas
a.       Asetilin ( C2H2 )
       Asetilena (Nama sistematis: etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna, dengan rumus C2H2. Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Pada asetilena, kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga, dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus, dengan sudut C-C-H sebesar 180°.
       Gas asetilin dapat dibuat secara sederhana dengan cara mencampur karbit di tambah air dengan rumus kimia CaC2 + 2H2O       C2H2 +  Ca (OH) + kalor

3.      Peralatan Las Oksi Asetilin
a.       Tabung Gas Oksigen dan asitilin
       Tabung gas berfungsi untuk menampung gas ataugas cair dalam kondisi bertekanan. Umumnya tabung gas dibuat dari Baja, tetapi sekarang ini sudah banyak tabung-tabung gas yang terbuat dari paduan Alumunium. Tabung gas tersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran kecil hingga besar. Ukuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan dengan kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung.Untuk membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen, Asetilen atau gas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada pada tabung itu.

b.      Katup Tabung



       Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup. Katup iniditempatkan tepat dibagian atas dari tabung. Pada tabung gas Oksigen, katup biasanya dibuat dari material Kuningan, sedangkan untuk tabung gas Asetilen, katup ini terbuat dari material Baja.

c.       Regulator

       Regulator atau lebih tepat dikatakan Katup Penutun Tekan, dipasang pada katub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekan hingga mencapai tekanan kerja torch.Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama proses pengelasan atau pemotongan. Bahkan jika tekanan dalam tabung menurun, tekanan kerja harus dipertahankan tetap oleh regulator.Pada regulator terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk, katup pengaturan tekan kerja, katup pengaman, alat pengukuran tekanan tabung, alat pengukuran tekanan kerja dan katup pengatur keluar gas menuju selang.

d.      Selang gas

       Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menujutorch digunakan selang gas. Untuk memenuhipersyaratan keamanan, selang harus mampu menahantekan kerja dan tidak mudah bocor. Dalampemakaiannya, selang dibedakan berdasarkan jenis gasyang dialirkan. Untuk memudahkan bagimana membedakan selang Oksigen dan selang Asetilen mak cukup memperhatikan kodewarna pada selang. Berikut ini diperlihatkan table yang berisi informasi tentangperbedaan warna untuk membedakan jenis gas yang mengalir dalam selang.
  
e.       Torch ( Pembakar )

       Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnyaditeruskan oleh torch, tercampur didalamnyadan akhirnya pada ujuang nosel terbentuk nyala api. Dari keterangan diatas, tochmemiliki dua fungsi yaitu :
1)   Sebagai pencampur gas oksigen dan gasbahan bakar.
2)   Sebagai pembentuk nyala api diujungnosel.

f.       Pematik api Las

       Alat yang berfungsi untuk menyalakan api las.

semoga bermanfaat